Mengatakan suara mayoritas rakyat Indonesia adalah suara Tuhan, merupakan suatu penghinaan terhadap Tuhan. Sebab yang mayoritas itu adalah yang bodoh, hipokrit, korup dan feudal. Maha Suci Allah dari apa yang mereka katakan.
Suara Tuhan tidaklah mungkin dikeluarkan oleh manusia yang “sadar” dibodohi, “hobby” ber-hipokrit, “gemar” korup, dan “setia serta ikhlas” berfeudal-ria. Dan ini adalah mayoritas rakyat kita. Baik kaya atau miskin, pandai maupun bodoh. Apakah ini suara rakyat itu? Yang pantas menjadi representasi dari suara Tuhan? Ini adalah “ayat suci” ilmu politik yang harus “diketahui dan dimanfaatkan dimana perlu.” Statement semacam ini dapat anda baca di mana-mana, baik dalam pembahasan ataupun omongan. Termasuk waktu gw kuliah dulu!! Hicks…
Hey you, satan!! We will change all the basic philosophy and principle which you have given to those stupid people (babi berkaki dua)!


padahal…manusia itu sangat Lemah..
“Itu kata anda. Tidak menurut “the paria’s”.
suara mayoritas yang bertentangan Islam telah menjadi tuhan baru bagi sebagian “masyarakat Indonesia” yang telah kehilangan arah dan tujuan untuk apa dia diciptakan dan sengaja dihadirkan di bumi ini
“destroy all of those syaithan doctrine and philosophy”
Suara rakyat sekarang seringjuga disebut sebagai hati nurani.
Hati nurani setiap individu bisa juga dikatakan hati kecil.
Menurutku yang namanya hati nurani sangat bisa dipengaruhi oleh lingkungan, doktrin, cuci otak, cuci hati, logika yang tidak berdasarkan ilmu.
Jadi menurut saya, hati nurani rakyat itu tidak selalu murni. Malah sebagian besar tidak murni. Kalau mengedepankan hati nurani sebagai suara Tuhan, maka pertanyaan berikutnya adalah “Apakah mereka (rakyat) sudah mengerti ilmu dan menguasai pengetahuan?”
“Anda benar, tapi ada sedikit ralat. “Hati nurani” berbeda dengan “suara”. Apa yang disuarakan adalah “perselingkuhan” terhadap hati nurani tersebut! Thank’s bro..”
wwaahhhh….berat iki…uuaaabbbooootttt tenan…huhuhuhuuhu…
kalo gitu maradona juga bukan tuhan, donk…lah?
iya bukanlah…dong
“If there’s a book you really want to read, but it hasn’t been written yet, then you must write it.”
Literature > Toni Morrison
To Vivere Pericoloso,
unamo Dei, Vox Momento altainovali czuskastmoi alterano
fati,
Amor,
R. Faisal
Dad: “Fra-gee-lay” …it must be Italian!
Mom: I think that says “fragile”, honey.
Dad: Oh, yeah.
Movies > A Christmas Story
ampun kata-katanya..seperti saya membaca tulisan gus dur..berattttttttt……
Jose Chung: “Unlike profiling serial killers, writing is a lonely and depressing profession.”
Television > Millennium
WR Supratman: Disanalah aku berdiri jadi pandu ibuku….
Song>Indonesia Raya
“I see dead people” (The Sixth Sense)
Suara tuhan mungkin tidak termanifestasikan
dalam bentuk suara rakyat dari manusia – manusia
yang berkelakuan “tidak benar”
Tapi…
Suara rakyat kecil..yang tertindas bahkan bukan
suara, tapi ini sudah jeritan
dan ketika jeritan itu mengangkasa
itulah yang “lebih bermakna”
Anda benar..
Mungkin terlalu prematur bagi pihak yang menyimpulkan
suara mayoritas rakyat Indonesia adalah suara Tuhan
“For all sad words of tongue and pen, the saddest are these, ‘It might have been.’ “(John Greenleaf Whittier)