Mengapa Babi Berkaki Dua Banyak di Indonesia?

Adalah disebabkan haramnya babi tidak sekaligus dengan memberikan pengertian yang lugas dari “daging babi” dan “sifat babi”!

Adalah karena sifat utama dari babi yaitu memakan segala sesuatu baik itu matang, mentah ataupun busuk, dengan tujuan agar badannya cepat menjadi besar;

Adalah karena disebabkan sikap feodal akut di Indonesia yang mengagungkan seorang “besar”, walau besarnya itu disebabkan banyak makan sampah! (bahkan ada yang mengusulkan babi jenis ini menjadi Pahlawan Nasional) !!;

Adalah karena tidak ada ‘titah’ bagi manusia Indonesia untuk tidak berubah bentuk menjadi babi. Hal ini menyebabkan tidak ada efek jera yang diberikan oleh para penegak hukum seperti babipolis, babihakim, babipengacara maupun babijaksa!

adalah karena pendidikan yang ditanam oleh “orang tua” bukanlah agar tidak berubah bentuk menjadi babi, tetapi justru disarankan kepada anak muda agar cepat-cepatlah menjadi babi supaya segera mendapat jabatan, kepemimpinan, kekayaan, dsb;

Emergency : Dicari! : Isa As!

Project : Mampir ke negeri ini agar babi-babi itu cepat mati saja semuanya!

Saleum

Published in: on Juli 10, 2008 at 9:10 am  Comments (23)  
Tags:

The URI to TrackBack this entry is: https://mudawaly.wordpress.com/2008/07/10/mengapa-babi-berkaki-dua-banyak-di-indonesia/trackback/

RSS feed for comments on this post.

23 KomentarTinggalkan komentar

  1. Okei, mungkin kita perlu untuk melacak ideologi-ideologi para babi dalam Babiology.
    Itu harus diberhangus dan di zindiq kan di Indonesia.
    Bunuh dan kubur para babi.
    Kita jadikan zaman pembunuhan dan penguburan babi dengan, Babi Katakombe, kalo disingkat “Bakatombe”.
    Salam Revo !

    “bakatombe! keren juga tuh buat nama partai!”

  2. …………. as always .. full of spirit and high energy…

    well saya notabene bukan babi cuma hewan beroda dua gimana dong๐Ÿ˜›

    “ga’ apa2, tema ‘kambing’ lain kali aja”๐Ÿ™‚

  3. Huahahaha…
    babi berkutang empat dan berkaki dua banyak bertebaran di mall-mall…

  4. ehm.. pls dech mas kopdang..jangan mikir yang laen ya. Ini untuk D-I-R-E-N-U-N-G-K-A-N .๐Ÿ™‚

  5. yah inilah NKRI (negara Kebetulan Republik Indonesia)

    hehehe

  6. mbahas babi ngepet togh…

    “bukan, babi kaki 2”

  7. loh…???
    tapi babi itu kan laku di cina sana. kok gak diekspor aja…?
    kan lumayan buat nambah-nambah devisa

    “yang kakinya berapa?”

  8. gebukin aja om…

    “right answer!”

  9. hmmmm.. ga tau tentang perbabian

  10. gak usah tau, ntar ketagihan..๐Ÿ˜€

  11. nyan bit gawat babi….

  12. Ah tidak sengaja blogwalking dan menemukan kawan sekampung..
    Kira2, peu hubungan droen ngen labuhan haji?

  13. Halo Arif. Saleum.

    Lakee meuah loen hana carong that marit Aceh, hehe. Loen kah lahir dan rayeuk di Jakarta. Hubungan loen ngen Labuhan Haji semata hanya ‘nge-fans’ manteung ngen Syech Mudawaly. Payah that ta kalon Ulama lagee nyan uroe nyoe…fiuhh.. (ma’af bila banyak kesalahan dalam penulisan bahasa Aceh saya ya).

    Salam kenal.

  14. ๐Ÿ˜€..
    byk yg anda disembunyikan,
    dibalik tatapan dan senyuman.

    ahh.. mengapa tak kau lepaskan tawa?
    kiranya ada asa, pasti jumpa akan saudara.

    Nan lon aryf, kon urg arif
    Lon tuan dhaif, awai ngen alif.
    Droeneuh ridha, se’ot deungon ya
    Teupok bak dada, puduek atueh jeumala.

    *Saling Menyapa*

  15. babi itu merupakan binatang paling jelek, hueks…

  16. Interview Request

    Hello Dear and Respected,
    I hope you are fine and carrying on the great work you have been doing for the Internet surfers. I am Ghazala Khan from The Pakistani Spectator (TPS), We at TPS throw a candid look on everything happening in and for Pakistan in the world. We are trying to contribute our humble share in the webosphere. Our aim is to foster peace, progress and harmony with passion.

    We at TPS are carrying out a new series of interviews with the notable passionate bloggers, writers, and webmasters. In that regard, we would like to interview you, if you don’t mind. Please send us your approval for your interview at my email address “ghazala.khi at gmail.com”, so that I could send you the Interview questions. We would be extremely grateful.

    regards.

    Ghazala Khan
    The Pakistani Spectator
    http://www.pakspectator.com

  17. Itulah Indonesia….
    Babi model baru ya

    Aneh binatang yang satu ini
    udah haram….
    paling jelek…tapi china kok paling doyan makan daging yang satu ini

  18. heheheh… tapi semua yg diciptakan ada manfaatnya

    lirik dan chord lagu aceh bisa di http://nandardeath.wordpress.com/lirik-lagu-aceh-chord/

  19. T. Puteh : “tapi banyak yang kepingin tuuh…”

    Baka Kelana : “kita kayaknya lebih doyan (menjadi babi berkaki 2) daripada mereka”

    Amru : “sebagai peringatan bagi kita agar tidak jorok seperti itu”

  20. Mendingan jadi babi seperti saya kata babi dari pada lho jadi manusia tingkah laku seperti saya( babi),nasehat babi kepada anaknya ,”hai anak ku jadilah kau anak babi dan jangan sekali kali kamu tiru tingkah manusia karena babi tetap babi tak pernah jadi manusia akan tetapi manusia sering menjelma menjadi babi!.hee….hee, hoooouk prouuggh ! Dari babi ngepet,babi buta,babi bisu,babi baba, samapai kepada bui seugout.

  21. memang kadang orang tua mau melakukan apa saja untuk anak agar mendapat jabatan atau semacamnya, tak peduli itu bisa mendidik atau merusak anak di masa depan

    • eh,, pusing juga yach mikirin itu… hehe

  22. bung…bagaimana pun, babi dan tikus adalah dua makluk yang sama2 suka jorok dan kotor. personofikasi di atas sangat menarik


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: